jump to navigation

Upload video di YOUTUBE dan meng-embedded di web 30 Desember 2011

Posted by artonouns in TIuP.
Tags: , , ,
add a comment

Beberapa orang bertanya kepada saya bagaimana mengupload video di YOUTUBE, mungkin terbayang kesuksesan Sinta-Jojo, Briptu Norman dan lain-lain yang meraup untung dari YOUTUBE.

Berikut file saya di scribd.com

View this document on Scribd

 

‘Tong Setan’, orang seberang bilang ‘Wall of Death’ 15 Maret 2010

Posted by artonouns in Fisika.
Tags: ,
add a comment

Kamis minggu kemarin, pulang dari Jogja dengan Prameks (Prambanan Ekspres) sampai di stasiun Purwosari naik seorang pemuda usia belasan dan duduk disebelah saya. Dan posting ini diilhami dari obrolan 5 menit kami dari stasiun Purwosari – stasiun Balapan.

Rudi ‘Pati’ maksudnya namanya Rudi berasal dari Pati, pemuda itu mengenalkan diri. Seorang yang mengalahkan gaya gravitasi bumi dengan gaya sentripetal dalam aksinya di Tong Setan. Beberapa minggu ini acara sekaten di alun-alun kraton Surakarta dan alun-alun kraton Jogjakarta, Rudi bolak-balik bergantian main di Tong Setan kedua festival rakyat itu. Event selanjunya setelah Solo-Jogja, krue Tong Setan Rudi main di Lampung dan selanjutnya Tegal itu agenda yang dia tahu dari Bosnya. Dan kehidupannya terus berpindah kota bersama Tong Setannya

Search ‘Tong Setan’ di Youtube, akan ditemui aksi-aksi orang yang seprofesi dengan Rudi di Indonesia. Atau search ‘Wall of Death’ akan ditemui aksi-aksi oarang seprofesi Rudi di mancanegara.

Search ‘Wall of Death in Physics’ di google akan ditemui uraian matematis yang menjelaskan fenomena ini.

Kalau sempat coba simak lirik lagu Richard Thompson dengan judul yang sama : Wall of Death.

Kata-kata perpisahan Rudi di atas Kereta Prameks, “Pak, ajak putrane njenengan nonton kulo ten sekaten nggih”, Jawaban saya waktu itu “Yo mas, minggu tak nonton”.

Dalam hati saya, kapan kamu mengakhiri profesi yang menantang maut itu.

Program PEKERTI, Program AA dan Program PEKERTI-AA 15 Maret 2010

Posted by artonouns in PEKERTI-AA.
Tags: , , ,
add a comment

Upaya peningkatan kompetensi profesional dosen perguruan tinggi selalu menjadi pokok perhatian Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen DIKTI). Hal ini didasarkan pada konsepsi bahwa dosen merupakan salah satu komponen yang sangat berperan dalam proses pembelajaran, dan secara langsung mempengaruhi peningkatan kualitas belajar mahasiswa. Agar dapat berfungsi secara profesional, seorang dosen hendaknya memiliki tiga kompetensi, yaitu penguasaan bidang ilmu, keterampilan kurikulurn, dan keterampilan pedagogis (pembelajaran dan pengembangan cara mensikapi pemahaman materi ajar).

Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) untuk dosen muda dan program Applied Approach (AA) untuk dosen senior merupakan dua buah program pelatihan yang dapat dimanfaatkan dalam rangka peningkatan kompetensi profesional dosen dalam memangku jabatan fungsional, terutama dalam peningkatan keterampilan pedagogis. Program PEKERTI yang dikembangkan sejak tahun 1993 dan program AA sejak tahun 1987 telah menjadi program yang memperoleh banyak tanggapan positif dari berbagai kalangan pendidikan tinggi.

Dalam perjalanannya, banyak perubahan dan adaptasi yang dilakukan terhadap program PEKERTI dan AA, dengan maksud agar program tersebut lebih efektif, dan lebih dapat mengakomodasikan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi. Hasil penelitian terhadap program PEKERTI dan AA (1996-1999), serta masukan yang disampaikan oleh peserta Temu Wicara Evaluasi PEKERTI & AA pada tahun 1997 menunjukkan kebutuhan penyempurnaan program PEKERTI & AA, baik dari segi substansi maupun penyelenggaraannya.

Tindak lanjut penyempurnaan kedua program tersebut telah dilaksanakan dengan melibatkan Tim Inti PEKERTI & AA di berbagai perguruan tinggi berupa

  1. Penggabungan program PEKERTI & AA menjadi satu program utuh yang menerapkan sistem moduler (materi lama dan tambahan materi baru dikemas menjadi 28 buku)
  2. Penyelenggaraan program PEKERTI & AA yang bersifat luwes terstandar – luwes karena penyelenggara dapat memilih sendiri materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi, terstandar karena ada standar minimum yang perlu dipenuhi untuk proses sertifikasi.

Perubahan dan penyempurnaan yang dilakukan dituangkan secara jelas dalam buku Pedoman Penyelenggaraan PEKERTI-AA dan 28 judul buku yang digunakan untuk program PEKERTI-AA, yang meliputi:

  • 1.01 Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi
  • 1.02 Pendidikan Sebagai Sistem
  • 1.03 Teori Belajar dan Motivasi
  • 1.04 Model-model Pembelajaran Inovatif
  • 1.05 Pembelajaran Orang Dewasa
  • 1.06 Taksonomi Tujuan Instruksional
  • 1.07 Dasar-dasar Komunikasi dan Keterampilan Dasar Mengajar
  • 1.08 Desain Instruksional
  • 1.09 GBPP dan SAP
  • 1.10 Hakikat Metode Instruksional
  • 1.11 Metode Pemberian Tugas
  • 1.12 Team Teaching
  • 1.13 Praktikum
  • 1.14 Media Sederhana
  • 1.15 Penilaian Hasil Belajar
  • 1.16 Praktik Mengajar
  • 2.01 Etika dan Moral dalam Pembelajaran
  • 2.02 Manajemen Mutu Terpadu
  • 2.03 Aplikasi Penelitian Tindakan Kelas
  • 2.04 Konstruktivisme dalam Pembelajaran
  • 2.05 Kontrak Perkuliahan
  • 2.07 Ragam Media dalam Pembelajaran
  • 2.08 Penulisan Bahan Ajar
  • 2.09 Alternative Assesment
  • 2.10 Evaluasi Proses Belajar Mengajar
  • 2.11 Rekonstruksi Mata Kuliah
  • 2.12 Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum

Pada daftar di atas buku no 2.06 tidak ditemukan, tetapi di dalam buku pedoman disebutkan bahwa materi 2.06 adalah materi Praktikum seperti buku no 1.13. Dengan demikian Praktikum merupakan satu-satunya materi yang muncul di setiap tahap pelatihan PEKERTI maupun AA.

Pada tahun 2005 PAU PPI UT yang ditunjuk DIKTI sebagai koordinator PEKERTI-AA mulai menggagas rekonstruksi program PEKERTI-AA. Hasil rekonstruksi tersebut diterbitkan dalam Buletin PEKERTI-AA yaitu: penggabungan 2 program PEKERTI dan program AA menjadi satu program terpadu yaitu program PEKERTI-AA dengan struktur kompetensi PEKERTI-AA :

Kompetensi akhir pelatihan : Pada akhir pelatihan PEKERTI-AA, peserta mampu melaksanakan tugas-tugas profesional dosen dalam melaksanakan pembelajaran yang mendidik.

  • Kompetensi 1 : Menerapkan Paradigman Pembelajaran dalam pengembangan sistem pembelajaran
  • Kompetensi 2 : Merancang sistem pembelajaran berdasarkan paradigma pembelajaran
  • Kompetensi 3 : Melaksanakan pembelajaran berdasarkan rancangan sistem pembelajaran
  • Kompetensi 4 : Meningkatkan mutu sistem pembelajaran

dan daftar materi PEKERTI-AA hasil rekonstruksi :

  1. Isue Strategis PT
  2. KBK di PT
  3. Profesi dan Etika Dosen
  4. Pembelajaran: Masalah dan Alternatif Solusinya
  5. Model Belajar dan Pembelajaran
  6. Paradigma Pembelajaran
  7. Pendekatan Sistem dalam Perancangan Pembelajaran
  8. Prinsip Pembelajaran
  9. Pengambilan Keputusan Pembelajaran
  10. Ragam Sumber Belajar
  11. Model Asesmen Pembelajaran
  12. Panduan Praktek Pembelajaran Mikro
  13. Evaluasi Program Pembelajaran
  14. PTK
  15. Rekonstruksi Matakuliah
  16. Pengembangan Bahan Pembelajaran

Namun sampai saat ini Pedoman Penyelenggaraan dan Buku Materi Pelatihan PEKERTI-AA Hasil Rekonstruksi secara resmi belum ditetapkan.

Never before, in any of the great wars, have six generals been lost in a single night 15 Maret 2010

Posted by artonouns in Uncategorized.
Tags: ,
add a comment

Kata-kata dalam judul di atas tidak sekedar menggambarkan bagaimana suatu pertikaian menyebabkan satu pihak kehilangan pahlawan-pahlawannya, tetapi ada tersirat bagaimana satu pihak mensiasati pihak seterunya sehingga harus kehilangan 6 (enam) jenderalnya dalam semalam.

Sampai sekarang tidak jelas pihak-pihak mana sebetulnya yang bertikai saat itu.

Ya mengingat tanggalnya pembaca mudah-mudahan bisa menebak kasus apa yang sedang kita baca ini.

G30S-PKI demikian guru-guru SD-SMA saya menyebutkan peristiwa ini, menurut cerita sejarah beberapa hari setelah peristiwa itu Bung Karno sang Presiden dan diikuti massmedia yang ada saat itu menyebut peristiwa ini dengan Gerakan 30 September, Omar Dani (mantan Pangau saat peristiwa itu) dalam wawancara dengan majalah TEMPO setelah keluar dari penjara mempertanyakan penambahan kata PKI dalam menyebutkan peristiwa itu.

Pihak-pihak mana yang bertikai bukan kapasitas saya untuk menuliskannya di sini.

Tapi enam perwira tinggi dan seorang pama TNI-AD:

  • Letnan P.A. Tendean
  • Mayjen S. Parman dan Mayjen R. Suprapto
  • Mayjen M.T. Haryono dan Brigjen Sutoyo S
  • Letjen Achmad Yani
  • Brigjen DI. Pandjaitan

Yang menjadi korban pertikaian itu, semoga selalu mengingatkan kita agar pertikaian tidak terjadi lagi.

Banyak referensi yang bisa kita baca untuk mengurai peristiwa itu kembali tapi kebenaran yang sesungguhnya wallahualam.

Kalau pembaca merasa aneh membaca urutan enam pati dan seorang pama TNI-AD di atas, urutan tersebut adalah berdasarkan urutan pengambilan jenazah dari sumur di Lobang Buaya.

Ada satu referensi yang saya temukan di Scribd.com dimana kata-kata yang saya kutip sebagai judul tulisan ini bisa ditemukan, yaitu: Sukarno and the Indonesian Coup: The Untold Story tulisan Helen-Louise Hunter

Tulisan ini seharusnya diakhiri dengan ‘Andika Bayangkari’. Mari bersama-sama kita bayangkan mendengarkannya

Memperkaya Slide MS PowerPoint dengan Animasi dan Video Flash 15 Maret 2010

Posted by artonouns in TIuP.
Tags: , , , , ,
add a comment

Liburan sekolah Juni-Juli 2009 ini Penerbit Erlangga meminta saya menjadi narasumber dalam acara promosi mereka yang dikemas dalam bentuk Pelatihan MS PowerPoint untuk Guru-Guru untuk beberapa SMA di Karanganyar, Sragen dan Solo.

Salah satu materi yang dipesankan oleh Penerbit Erlangga adalah bagaimana memasukkan animasi falsh yang bertipe file swf dan video flash yang bertipe flv ke dalam slide MS PowerPoint.

Agar materi bermanfaat lebih luas saya sertakan 2 makalah pelatihan tersebut dalam posting ini

View this document on Scribd

View this document on Scribd

download dari ziddu.com:

Memasukkan Animasi Flash dalam MS Power Point
Memasukkan Video Flash dalam MS Power Point

Makalah Pemanfaatan Fasilitas Google untuk Guru 15 Maret 2010

Posted by artonouns in TIuP.
Tags: ,
add a comment

Akhir Maret 2009 lalu LPP dihubungi LANTIP INSTITUTE YOGYAKARTA untuk meminta narasumber dalam “Diklat Nasional Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Bahan Ajar” yang rencanannya akan diselenggarkan di Universitas Boyolali pada tanggal 10 April 2009.

LPP menugaskan saya untuk menjadi narasumber dalam salah satu sesi Diklat tersebut yaitu sesi Pencarian Bahan Ajar di Internet. Sehingga saya menyiapkan makalah yang saya beri judul Mengenal Google sebagai Fasilitas Pencarian Informasi.

Namun karena sesuatu hal LANTIP INSTITUTE YOGYAKARTA membatalkan acara itu, 1 minggu sebelum tanggal pelaksanaan. Agar tetap bermanfaat bagi para guru dan masyarakat luas, saya sediakan makalah tersebut melalui posting ini.

View this document on Scribd

download dari ziddu.com : Mengenal Google sebagai Fasilitas Pencarian Informasi

Hello world! 15 Maret 2010

Posted by artonouns in Uncategorized.
1 comment so far

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!